Kehutanan

Berbagai jenis vegetasi kayu yang heterogen, flora dan fauna tersebar hampir di seluruh wilayah. Potensi hutan yang dimanfaatkan secara signifikan masih terbatas pada potensi kayu dengan penebangan yang hanya memanfaatkan potensi alami. Potensi-potensi lain dari hutan berupa produk non kayu (rotan, damar, kulit kayu, kopal, nipah, akar-akaran tanaman obat, aneka tanaman eksotik) seperti tanaman hias dan anggrek, fauna-fauna endemik dan khas seperti buaya, berbagai aneka tanaman obat belum diupayakan secara optimal. Hasil hutan yang telah dimanfaatkan sebatas kegiatan penebangan kayu oleh masyarakat, pengambilan hasil hutan lainnya dan perburuhan. Dari data yang ada sektor kehutanan, memberikan kontribusi sebesar 7 % dari PDRB Kabupaten Fakfak bila di bandingkan dengan tahun sebelumnya meningkat 13 %, baik yang berasal dari kayu bulat maupun industri pengolahan kayu hulu (plywood). Ini menunjukkan bahwa industri pengolahan kayu belum memberikan nilai tambah yang cukup besar bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Tabel Luas Hutan Di Kabupaten Fakfak
Tahun 2017

Luas hutan di Kabupaten Fakfak tahun 2017 sebesar 937.467,22 ha dengan rincian menurut fungsinya terbesar adalah hutan produksi seluas 831.602,94 ha yang termasuk didalamnya adalah hutan produksi terbatas, hutan produksi tetap dan hutan produksi yang dapat dikonversi. Selain itu, hutan di Kabupaten Fakfak difungsikan sebagai hutan lindung yaitu seluas 41.186,14 ha, dan hutan suaka alam dan pelestarian alam seluas 64.678,14 ha. Lokasi hutan terluas berada di Distrik Karas 464.439,08 ha dari luas hutan keseluruhan di Kabupaten Fakfak. Sedangkan luasan hutan paling kecil berada di Distrik Fakfak 2.061,39 ha dari luas hutan di Kabupaten Fakfak.

Close
Close