Bupati dan Wakil BupatiBupati dan Wakil BupatiKesehatanMasyarakatPemerintahan

Kementrian Investasi dan Pupuk Kaltim Berikan Ribuan Paket Sembako untuk warga Fakfak

 

FAKFAK, Fakfakkab.go.id – 1000 paket sembako diserahkan untuk warga Fakfak di program Serbuan Vaksinasi Covid-19, yang dilakukan oleh Kementrian Investasi/BKPM RI, Pemda Fakfak, Polres dan Pupuk Kaltim  , di halaman kantor Bupati Fakfak, Senin (27/9/2021).

Selain melakukan Vaksinasi, Menteri Bahlil Lahadalia juga memberikan 1000 Paket bantuan sembako ke masyarakat Fakfak, dan 3 Buah Alat Kesehatan ke Pemda, selain itu PT Pupuk Kaltim juga memberikan 1000 paket bantuan yang diterima oleh Bupati dan Wakil Bupati Fakfak.

Menteri Investasi/Kepala BKPM RI, Bahlil Lahadalia, menyampaikan bahwa, Virus Covid-19 tidak pernah terpikirkan oleh siapapun di dunia, sejak muncul diakhir tahun 2019 dan di Indonesia muncul di awal tahun 2020 yang dapat merubah cara hidup kita.

“Karena itu, Vaksinasi merupakan program nasional pemerintah, untuk melakukan proses adaptasi terhadap Virus Covid-19,” ungkapnya.

“Kepada warga, saya harap agar tidak main-main dengan Covid-19, dan menganggap Covid-19 itu tidak ada, tapi sesungguhnya Covid-19 itu ada,” sambung Bahlil.

Kata Dia, masyarakat tidak perlu untuk memilih Vaksin, tapi justru menggunakan vaksin apa saja yang sudah resmi dikeluarkan oleh BPOM, serta sudah ada lebel halal dari MUI.

“Sesuai perintah Bapak Presiden, kehadiran saya di Fakfak sekaligus dalam memastikan proses Vaksinasi, agar di tahun 2022 semua sudah selesai melakukan Vaksinasi, setelah itu baru kita mulai beraktivitas ekonomi,” ungkapnya

Dijelaskannya bahwa, pelayanan tidak akan mungkin dilakukan secara maksimal kalau kita masih ragu dengan kesehatan, hal itu tentunya investasi susah akan masuk, sebab setiap naik pesawat diharuskan untuk melakukan swab.

“Agar tidak selalu untuk melakukan swab, satu caranya adalah dengan melakukan Vaksinasi,” ujarnya.

Selain itu, setiap investasi, kunjungan wisata dan lainya yang mau masuk, salah satu syarat mutlak yang ditanyakan adalah, seberapa banyak jumlah masyarakat yang sudah divaksin.

“Untuk itu kepada bapak dan ibu agar dapat melakukan Vaksin, sebab hingga kini belum didapatkan obatnya,” tandas Bahlil Lahadalia. (MATTANEWS.CO)

Tampil Lebih Banyak

Berita Terkait

Periksa Juga

Close